Skip to content
Home » Apa yang Dimaksud dengan Zakat? Jelaskan Secara Detail

Apa yang Dimaksud dengan Zakat? Jelaskan Secara Detail

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang paling penting, selain dari shahadat, shalat, puasa, dan haji. Zakat sendiri memiliki arti luas yaitu memberi sebagian harta yang dimiliki kepada orang yang membutuhkan, zakat juga diartikan sebagai pembersih harta dan diri dari dosa-dosa.

Zakat dijelaskan dalam Alquran, Surat Al-Baqarah ayat 177 yang artinya “Bukanlah kebajikan itu menghadapkan muka kamu ke arah timur atau barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang miskin, musafir, dan orang yang meminta-minta, serta untuk memerdekakan budak, dan melaksanakan shalat, dan memberikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah yang benar (orang-orang yang saleh), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Zakat juga dijelaskan dalam hadist, salah satunya oleh Abu Hurairah yang artinya “Rasulullah SAW bersabda: Islam dibangun di atas lima (pilar), yaitu mengucapkan syahadat, menunaikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hukum Zakat dalam Islam

Hukum zakat termasuk wajib dan tidak boleh ditinggalkan, hal ini dijelaskan dalam Alquran, Surat Al-Baqarah ayat 43 yang artinya “Dan lakukanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah (sembahyang) beserta orang-orang yang ruku’”.

Zakat memiliki keutamaan tersendiri di dalam Islam, karena dengan menunaikan zakat, seseorang telah memberikan hak orang lain atas harta yang dimilikinya. Selain itu juga, zakat berguna dalam meringankan penderitaan dan kebutuhan orang yang tidak mampu, sekaligus menjaga agar harta yang dimiliki tidak menjadi sumber keserakahan dan kebatilan.

BACA JUGA:   Cara Menghitung Zakat untuk Bisnis

Syarat-syarat Zakat

Beberapa syarat-syarat zakat yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Kepemilikan harta yang mencapai nisab.
  2. Sudah berlalu satu kali haul pada kepemilikan harta.
  3. Tidak terkena hutang yang dibayar dari harta yang dimiliki.
  4. Harta yang dimiliki sudah diluar kebutuhan pokok atau kebutuhan hidup sehari-hari.

Bentuk-bentuk Zakat

Zakat dapat diberikan dalam bentuk harta, dalam bentuk barang dagangan, serta bisa juga diberikan dalam bentuk jasa atau tenaga.

Beberapa contoh jenis-jenis zakat antara lain zakat fitrah, zakat mal, zakat penghasilan, zakat perak, zakat emas, zakat pertanian, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan zakat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting dan harus dikerjakan oleh setiap muslim yang mampu. Hukum zakat termasuk wajib dan harus ditunaikan, dengan tujuan untuk membantu orang yang membutuhkan dan sebagai pembersih harta dan diri dari dosa-dosa.

Pastikan untuk selalu mempelajari ilmu agama Islam guna meningkatkan ibadah dan keimanan kita. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.