Skip to content
Home » Apakah Penting Menggunakan Gelar Haji Setelah Menunaikan Ibadah Haji? Simak Penjelasannya.

Apakah Penting Menggunakan Gelar Haji Setelah Menunaikan Ibadah Haji? Simak Penjelasannya.

Apakah Penting Menggunakan Gelar Haji Setelah Menunaikan Ibadah Haji? Simak Penjelasannya.

Apakah gelar haji harus dipakai?

Mengambil keputusan untuk menunaikan ibadah haji memang sangat mulia dan berdampak besar bagi kehidupan seorang muslim. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang yang sudah menunaikan ibadah haji adalah menggunakan gelar haji atau hajah. Namun, apakah gelar tersebut memang harus dipakai? Apakah ada hukum atau larangan untuk hal tersebut? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mubah Asalkan Tidak untuk Riya’, Takabur, atau Kesombongan

Pada dasarnya, tidak ada perintah dan larangan untuk menggunakan gelar haji atau hajah bagi yang telah menunaikan ibadah haji. Hal itu hukumnya mubah (boleh) asalkan tidak untuk riya’, takabur, atau kesombongan. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 197 disebutkan “Dan lengkapkanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. Ayat ini jelas menyatakan bahwa menunaikan ibadah haji ataupun umrah adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim.

Namun demikian, ketika seseorang menganggap bahwa memiliki gelar haji akan memberikan kebanggaan atau status yang lebih tinggi di hadapan orang lain, maka penggunaan gelar tersebut menjadi tidak dianjurkan. Ketika seseorang menggunakan gelar haji untuk membuat orang lain terkagum-kagum, itulah yang disebut dengan riya’. Begitu juga ketika seseorang merasa bahwa dengan gelar haji tersebut dia lebih tinggi dari orang lain, maka hal itu dianggap sombong atau takabur.

Tidak Ada Paksaan dalam Penggunaan Gelar Haji

Secara hukum, tidak ada paksaan dalam penggunaan gelar haji. Seorang muslim yang sudah menunaikan ibadah haji, di sisi syariat, sudah dipandang sebagai orang yang telah menjalankan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Oleh karena itu, penggunaan gelar haji sebenarnya bukanlah suatu keharusan, tetapi lebih kepada pemahaman dan keyakinan masing-masing individu.

BACA JUGA:   Doa-Doa Pilihan Manasik Haji dan Umrah

Pilihan Individu

Pemilihan untuk menggunakan gelar haji atau tidak, pada akhirnya adalah keputusan individu. Yang terpenting adalah bagaimana kita memahami hakikat dari ibadah haji dan bagaimana cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Gelar haji hanya akan menjadi bernilai jika dibarengi dengan perilaku yang baik dan penghayatan yang mendalam terhadap syariat Islam sebagai suatu bentuk pengabdian kepada Tuhannya.

Kesimpulan

Dalam konteks yang lebih luas, penggunaan gelar haji bukanlah suatu kewajiban. Seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji, dilihat dari sisi syariat, sudah dipandang sebagai orang yang telah menjalankan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Penggunaan gelar haji menjadi penting ketika digunakan sebagai bentuk pengingat diri dan sebagai perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji. Namun, penggunaan gelar ini tidak diwajibkan dan harus dihindari jika tujuan utama adalah untuk riya’, takabur, atau kesombongan.

Hal yang lebih utama bagi seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji adalah bagaimana ia menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan kesempatan untuk mengamalkan ibadah haji secara murni dan tulus serta senantiasa dijauhkan dari sifat riya’, takabur, ataupun kesombongan.