Skip to content
Home » Aturan Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah

Aturan Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah

Aturan Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah

Haji dan umrah adalah perjalanan spiritual bagi umat Muslim yang menjadi kewajiban bagi mereka yang mampu secara fisik dan ekonomi. Namun, untuk melaksanakan ibadah tersebut dengan benar, diperlukan pemahaman yang baik tentang aturan pelaksanaannya.

Persiapan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Sebelum berangkat ke tanah suci, seorang jamaah haji atau umrah harus menyiapkan beberapa hal penting seperti pakaian ihram, visa, tiket pesawat, buku panduan umrah atau haji, serta persiapan fisik dan mental.

Pakaian Ihram

Ihram adalah pakaian khusus yang harus dikenakan oleh seorang jamaah haji atau umrah selama melakukan ibadah di tanah suci. Pakaian ihram berupa kain putih yang dililitkan di badan dengan spesifikasi tertentu. Sebelum memakai ihram, seorang jamaah harus mandi sunah atau mandi wajib serta memotong kuku dan rambut.

Visa dan Tiket Pesawat

Seorang jamaah harus mempersiapkan visa dan tiket pesawat serta melakukan reservasi hotel di tanah suci. Visa dan tiket pesawat biasanya diurus oleh travel umrah atau haji yang sudah terdaftar dan memiliki lisensi resmi.

Persiapan Fisik dan Mental

Ibadah haji dan umrah memerlukan persiapan fisik yang baik karena banyaknya aktivitas berjalan kaki dan kekurangan tidur. Seorang jamaah harus berolahraga secara teratur dan menjaga kesehatan serta mempersiapkan obat-obatan penting. Selain itu, persiapan mental juga harus diperhatikan untuk mewujudkan sikap sabar dan bersabar dalam menghadapi situasi yang sulit.

BACA JUGA:   Daftar Tunggu Haji Kalsel 2019

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

Setelah sampai di tanah suci, seorang jamaah harus mengikuti tata cara pelaksanaan ibadah haji yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa kegiatan penting dalam ibadah haji yang perlu dilakukan oleh seorang jamaah.

Tawaf

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali searah jarum jam. Sebelum memulai tawaf, seorang jamaah harus berwudhu terlebih dahulu. Tawaf dilakukan mulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Setiap kali melintasi Hajar Aswad, seorang jamaah harus mencium Hajar Aswad sebanyak 3 kali.

Sai

Sai adalah berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali. Sai diawali dari Shafa dan berakhir di Marwah. Setiap kali tiba di bukit Shafa atau bukit Marwah, seorang jamaah harus menyebutkan kalimat zikir tertentu.

Arafah

Arafah adalah tempat yang sangat penting dalam ibadah haji. Seorang jamaah harus mengunjungi Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan bertahan di sana hingga matahari terbenam. Ketika berada di Arafah, seorang jamaah harus berdoa dan melakukan munajat kepada Allah SWT.

Mabit di Muzdalifah

Mabit di Muzdalifah adalah menginap di tempat terbuka setelah meninggalkan Arafah hingga fajar. Selama menginap di Muzdalifah, seorang jamaah harus berdoa dan mengumpulkan batu untuk melontarkan jumrah di Mina.

Melempar Jumrah di Mina

Melempar jumrah di Mina dilakukan setelah mabit di Muzdalifah. Seorang jamaah harus melontarkan 7 batu ke 3 tiang yang melambangkan setan. Setiap kali melontarkan batu, seorang jamaah harus mengucapkan kalimat zikir.

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umrah

Tata cara pelaksanaan ibadah umrah relatif lebih singkat dibandingkan dengan ibadah haji. Berikut adalah beberapa kegiatan penting dalam ibadah umrah.

Tawaf

Tawaf pada ibadah umrah dilakukan serupa dengan pada ibadah haji hanya saja jumlah kali keliling Ka’bah hanya 7 kali.

BACA JUGA:   UU Yang Mengatur Pekerja Melakukan Ibadah Haji

Sai

Sai pada ibadah umrah dilakukan serupa dengan pada ibadah haji hanya saja jumlah kali berlari-lari kecil hanya 7 kali.

Setelah selesai melaksanakan ibadah, seorang jamaah dapat kembali ke tanah air dengan membawa banyak kenangan dan pengalaman.

Kesimpulan

Melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah impian bagi setiap umat Muslim. Namun, untuk melaksanakan ibadah tersebut dengan benar, seorang jamaah harus memahami aturan pelaksanaannya. Persiapan yang matang sebelum berangkat sangat penting untuk meningkatkan kesuksesan pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Semoga artikel ini membantu para jamaah dalam melaksanakan ibadah dengan baik dan benar.