Skip to content
Home » Bagaimana Pandangan Islam tentang Zakat

Bagaimana Pandangan Islam tentang Zakat

Bagaimana Pandangan Islam tentang Zakat

Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang mampu. Zakat memiliki makna "memurnikan" harta atau penghasilan seseorang dengan cara memberikan sebagian dari harta tersebut kepada orang yang membutuhkan.

Dalam Islam, Zakat termasuk dalam kategori ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Selain itu, Zakat juga merupakan bentuk ketaatan seseorang kepada Allah SWT dan juga sebagai upaya dalam membantu saudara-saudara Muslim yang membutuhkan.

Zakat Menurut Al-Quran

Ayat Al-Quran yang menjadi dasar wajibnya memberikan Zakat antara lain:

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku" (QS. Al-Baqarah: 43)

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat serta ibnu sabil" (QS. An-Nisa: 36)

Jenis-jenis Zakat

Dalam Islam, terdapat dua jenis Zakat, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Mal. Zakat Fitrah diberikan setiap akhir bulan Ramadan dan merupakan zakat yang diberikan atas diri seseorang dan keluarganya. Sedangkan Zakat Mal merupakan zakat yang diberikan atas harta yang dimiliki seseorang.

Penerima Zakat

Penerima Zakat dalam Islam terdiri dari delapan golongan, yaitu:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil (yang menyalurkan Zakat)
  4. Muallaf
  5. Hamba sahaya
  6. Orang yang terhutang
  7. Jalan Allah
  8. Ibu susuan

Keutamaan Zakat

Dalam Islam, memberikan Zakat memiliki keutamaan dan pahala yang besar. Berikut adalah beberapa hadits yang membahas mengenai keutamaan Zakat:

"Ketahuilah, barang siapa mengeluarkan harta untuk Zakat, maka Allah akan melipat gandakan bagiannya" (HR. Bukhari-Muslim)

"Zakat adalah seperlima dari harta yang memiliki syarat. Allah menerima Zakat itu dengan tangan kanan-Nya, kemudian memperbanyakkan untuk yang memberikan Zakat, tidak ada seorang pun yang memberikan sesuatu untuk amal, kecuali ia akan mendapatkan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat" (HR. Thabrani)

Konsep Zakat dalam Kehidupan Sosial

Zakat memiliki peran yang penting dalam kehidupan sosial Muslim. Dalam Islam, memberikan Zakat tidak hanya dianggap sebagai ibadah, namun juga sebagai bentuk kepedulian sosial antar sesama Muslim. Dalam hal ini, Zakat dapat menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat, seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial.

BACA JUGA:   Berapa Penghasilan yang Harus Dikeluarkan Zakatnya?

Kesimpulan

Dalam pandangan Islam, memberikan Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Zakat memiliki makna yang lebih dalam dan memiliki tujuan jangka panjang yang lebih besar, yaitu membantu sesama Muslim yang membutuhkan dan memperbaiki kesejahteraan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjalankan kewajiban memberikan Zakat dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat memperoleh keutamaan dan pahala yang besar dari Allah SWT.