Skip to content
Home » Bolehkah wanita pergi haji tanpa mahram?

Bolehkah wanita pergi haji tanpa mahram?

Bolehkah wanita pergi haji tanpa mahram?

Apa Itu Haji?

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Haji adalah perjalanan spiritual ke Makkah, Arab Saudi, sebagai bentuk pengabdian pada Allah SWT. Tujuan utama dari haji adalah untuk mengamalkan ibadah dan menunjukkan komitmen para pelaku ibadah kepada Allah SWT.

Apakah Haji Diwajibkan bagi Wanita?

Haji diwajibkan untuk semua orang yang mampu secara fisik dan finansial. Oleh karena itu, wanita juga diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh wanita yang hendak menunaikan haji.

Apa Syarat yang Wajib Dipenuhi?

Wanita yang hendak menunaikan ibadah haji harus memenuhi beberapa syarat sebelum dapat melakukannya. Pertama, wanita harus mengikuti semua syarat ibadah haji yang berlaku bagi semua orang. Kedua, wanita harus mengunjungi Makkah dengan mahram, yaitu orang yang menjadi tanggung jawab pribadi bagi wanita. Ketiga, wanita harus dijaga oleh mahramnya selama perjalanan dan ibadah haji. Keempat, wanita harus memiliki uang cukup untuk menutupi biaya perjalanan dan ibadah haji.

Apa Pendapat para Ulama Tentang Pergi Haji Tanpa Mahram?

Mengenai bolehkah wanita pergi haji tanpa mahram, para ulama memberikan pendapat yang berbeda-beda. Menurut sebagian ulama, wanita tak boleh keluar untuk menunaikan ibadah haji apabila tidak disertai oleh suami atau mahramnya. Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa wanita boleh menunaikan ibadah haji tanpa mahram dengan beberapa syarat tertentu.

BACA JUGA:   Pengertian Haji Mabrur dan Cirinya

Apa Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Pergi Haji Tanpa Mahram?

Para ulama yang berpendapat bahwa wanita boleh pergi haji tanpa mahram memiliki syarat-syarat tertentu. Pertama, wanita harus mengikuti semua syarat ibadah haji yang berlaku bagi semua orang. Kedua, wanita harus berada dalam kelompok yang terdiri dari jumlah orang yang cukup sehingga mereka dapat saling menjaga. Ketiga, wanita harus dijaga oleh orang-orang terdekatnya atau orang yang dapat dipercaya selama perjalanan dan ibadah haji. Keempat, wanita harus memiliki uang cukup untuk menutupi biaya perjalanan dan ibadah haji.

Apa Hadis yang Mendasari Pendapat Ulama Tentang Pergi Haji Tanpa Mahram?

Beberapa hadis dari Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar pendapat para ulama adalah sebagai berikut. Pertama, dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiada seorang pun yang meninggalkan ibu bapanya atau anak-anaknya tanpa izinnya, kecuali ia keluar untuk menunaikan ibadah haji.” (HR. Al-Bukhâri). Kedua, dari Utsman bin Affan, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Haji adalah wajib atas orang yang mampu.” (HR. At-Tirmidzi).

Apa Pendapat Utsman dan Abdurrahman bin Auf Tentang Pergi Haji Tanpa Mahram?

Keduanya menetapkan, perempuan tak boleh keluar untuk pergi menunaikan ibadah haji apabila tidak disertai suami atau mahramnya. Terkait hadis di atas, keduanya berargumen bahwa baik Utsman maupun Abdurrahman bin Auf masih termasuk mahram bagi istri-istri Nabi SAW.

Bagaimana Pendapat Ulama Modern Tentang Pergi Haji Tanpa Mahram?

Meskipun pendapat para ulama klasik menentang wanita yang menunaikan ibadah haji tanpa mahram, para ulama modern cenderung lebih terbuka dalam menanggapi masalah ini. Mereka menganggap bahwa dengan peningkatan mobilitas dan kesempatan yang tersedia bagi wanita, pergi haji tanpa mahram merupakan pilihan yang layak bagi wanita yang ingin menunaikan ibadah haji.

BACA JUGA:   Segala yang Perlu Diketahui tentang Ibadah Haji Menurut Alkitab PL

Bagaimana Kita Dapat Memastikan Keamanan Saat Pergi Haji Tanpa Mahram?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memastikan keamanan wanita yang pergi haji tanpa mahram. Pertama, wanita harus berada dalam kelompok yang cukup besar sehingga mereka dapat saling menjaga. Kedua, wanita harus memastikan bahwa mereka memiliki uang cukup untuk menutupi biaya perjalanan dan ibadah haji. Ketiga, wanita harus menjaga diri mereka sendiri dengan berhati-hati dan mematuhi semua aturan yang berlaku.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa wanita boleh pergi haji tanpa mahram jika memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh para ulama. Meski para ulama klasik menentangnya, para ulama modern cenderung lebih terbuka terhadap masalah ini. Dengan demikian, wanita dapat menunaikan ibadah haji tanpa mahram dengan aman asalkan mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan dan berhati-hati dalam bertindak.

FAQs
Q1: Apa yang dimaksud dengan haji?
A1: Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Haji adalah perjalanan spiritual ke Makkah, Arab Saudi, sebagai bentuk pengabdian pada Allah SWT. Tujuan utama dari haji adalah untuk mengamalkan ibadah dan menunjukkan komitmen para pelaku ibadah kepada Allah SWT.

Q2: Apakah haji diwajibkan bagi wanita?
A2: Haji diwajibkan untuk semua orang yang mampu secara fisik dan finansial. Oleh karena itu, wanita juga diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh wanita yang hendak menunaikan haji.