Skip to content
Home » Bukankah Haji Adalah Bebas Dosa? Mengapa Setelah Haji Kita Tidak Boleh Keluar Rumah?

Bukankah Haji Adalah Bebas Dosa? Mengapa Setelah Haji Kita Tidak Boleh Keluar Rumah?

Apakah setelah haji tidak boleh keluar rumah?

Apakah Setelah Haji Tidak Boleh Keluar Rumah?

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang Islam yang mampu. Melalui haji, seseorang mendapatkan pahala yang sangat besar. Seorang yang baru selesai haji kerap diberi julukan ‘haji’ atau ‘hajjah’. Setelah menyelesaikan ibadah haji, seorang haji harus beristirahat sejenak di tanah suci Mekah.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah setelah haji tidak boleh keluar rumah? Jawabannya adalah tidak. Banyak yang beranggapan bahwa haji adalah sesuatu yang harus dilakukan di rumah, namun ini tidak benar. Setelah haji, seseorang boleh bergerak bebas, meskipun ada batasan-batasan tertentu.

Menurut beberapa sumber, setelah selesai haji, seseorang tidak boleh mengunjungi tempat-tempat yang tidak berhubungan dengan kegiatan haji, seperti tempat hiburan, seperti kasino dan lainnya. Oleh karena itu, para haji tidak boleh keluar rumah untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan ibadah haji.

Inti Kesunnahannya Terletak Pada Mendoakan Orang-Orang yang Berkunjung Silaturahim

Selain itu, sebagai orang yang baru selesai haji, seseorang harus berlaku sopan dan sederhana. Selain beribadah, haji juga harus menjaga akhlak dan sikap yang baik dalam bertutur kata. Seorang haji harus menghormati orang lain dan menghindari berbicara dengan suara berisik.

Inti kesunnahannya terletak pada mendoakan orang-orang yang berkunjung silaturahim. Ini harus dilakukan agar para haji dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Selain itu, para haji juga harus menyebarkan kebaikan dan menjaga akhlak yang baik.

BACA JUGA:   Depag Daftar Tunggu Haji - Panduan Lengkap Untuk Mengajukan Haji

Bukan Larangan Untuk Keluar Rumah, Apalagi Keluar Rumahnya Bertujuan Untuk Bekerja Mencari Nafkah Demi Keluarganya

Ketika membuat keputusan, seorang haji harus mengingat bahwa ibadah haji adalah ibadah yang berat. Oleh karena itu, para haji harus berhati-hati dalam melakukan perjalanan dan menghindari segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama.

Namun, sebagai haji yang baru selesai ibadah, bukan larangan untuk keluar rumah, apalagi keluar rumahnya bertujuan untuk bekerja mencari nafkah demi keluarganya. Para haji dapat bekerja di sektor formal atau nonformal. Di sektor formal, para haji dapat bekerja di sektor swasta atau di sektor publik. Di sektor nonformal, para haji dapat menjadi pedagang, pedagang kecil, atau menjadi pengusaha.

Selain itu, para haji juga dapat bekerja di sektor kesehatan. Mereka dapat bekerja di sektor kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Para haji juga dapat bekerja di sektor pendidikan. Mereka dapat memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

Selain bekerja di sektor formal atau nonformal, para haji juga dapat mengajar di masjid-masjid di negara-negara di mana mereka tinggal. Mereka dapat mengajar berbagai hal, seperti al-Quran, Hadis, dan Fiqh.

Para Haji Juga Dapat Melakukan Kegiatan Lain yang Berhubungan Dengan Ibadah dan Beramal

Selain bekerja di sektor formal atau nonformal, para haji juga dapat melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan ibadah dan beramal. Mereka dapat mengajar di masjid, mengajar di madrasah, atau menjadi pembicara di berbagai acara.

Para haji juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Mereka dapat membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti membantu orang-orang yang menderita penyakit. Mereka juga dapat menyumbangkan harta kepada yayasan sosial atau membantu orang-orang yang kurang mampu.

BACA JUGA:   Daftar Masa Tunggu Haji Kemenag 2019

Para haji juga dapat membantu orang-orang yang terlibat dalam berbagai aktivitas keagamaan. Mereka dapat mengajar di masjid, membantu mengatur acara-acara keagamaan, membantu berbagai kegiatan keagamaan, atau berpartisipasi dalam berbagai program keagamaan.

Kesimpulannya, meskipun ada beberapa batasan-batasan tertentu yang harus diikuti oleh para haji setelah selesai ibadah haji, bukan larangan untuk keluar rumah, apalagi keluar rumahnya bertujuan untuk bekerja mencari nafkah demi keluarganya. Para haji juga dapat melakukan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan ibadah dan beramal. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, para haji dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah.