Skip to content
Home » Daftar Haji Terpisah Indonesia: Panduan Lengkap untuk Mendaftar

Daftar Haji Terpisah Indonesia: Panduan Lengkap untuk Mendaftar

Saat ini, banyak orang Indonesia yang memiliki impian untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah. Untuk mewujudkan impian tersebut, tahapan pertama yang harus dilakukan adalah mendaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap tentang daftar haji terpisah Indonesia. Kami akan menjelaskan berbagai tahapan yang harus dilakukan mulai dari persyaratan hingga proses pendaftaran.

Apa itu Daftar Haji Terpisah?

Daftar haji terpisah adalah salah satu jenis layanan pendaftaran haji yang disediakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh para calon jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji secara mandiri tanpa melalui rangkaian perjalanan haji resmi pemerintah.

Dalam daftar haji terpisah, para calon jamaah akan memilih sendiri kuota haji yang disediakan oleh pemerintah Saudi Arabia. Calon jamaah juga akan mengatur sendiri transportasi, akomodasi, dan fasilitas lainnya di Mekah dan Madinah.

Persyaratan Daftar Haji Terpisah

Untuk bisa mendaftar di daftar haji terpisah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon jamaah. Persyaratan tersebut antara lain:

  1. Sudah berusia minimal 18 tahun
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya
  4. Memiliki KTP, KK, dan paspor yang masih berlaku
  5. Mampu membiayai sendiri perjalanan haji dan biaya hidup di Tanah Suci

Tahapan Pendaftaran Daftar Haji Terpisah

Setelah memenuhi persyaratan di atas, calon jamaah bisa melanjutkan tahapan pendaftaran di daftar haji terpisah. Berikut adalah tahapan pendaftaran yang harus dilakukan:

BACA JUGA:   Sebutkan Rukun Ibadah Haji!

1. Pengisian Formulir Pendaftaran

Calon jamaah harus mengisi formulir pendaftaran daftar haji terpisah yang bisa didapatkan melalui website Kementerian Agama atau direktorat jenderal haji dan umrah. Formulir pendaftaran harus diisi dengan lengkap dan benar.

2. Pemeriksaan Kesehatan

Setelah mengisi formulir pendaftaran, calon jamaah harus melalui pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk oleh panitia daftar haji terpisah. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon jamaah sehat jasmani dan rohani untuk menunaikan ibadah haji.

3. Verifikasi Dokumen

Setelah lolos pemeriksaan kesehatan, calon jamaah harus melengkapi persyaratan administrasi yang meliputi verifikasi dokumen seperti KTP, KK, dan paspor oleh petugas verifikasi.

4. Pembayaran Biaya Pendaftaran

Setelah dokumen diverifikasi, calon jamaah harus membayar biaya pendaftaran daftar haji terpisah yang sudah ditentukan oleh pemerintah atau panitia daftar haji terpisah.

5. Pengambilan Kupon Haji

Setelah membayar biaya pendaftaran, calon jamaah akan mendapatkan kupon haji yang berisi nomor urut dan kuota haji yang sudah ditentukan. Kupon haji tersebut harus diserahkan saat pengambilan paspor dan saat berangkat ke Tanah Suci.

Kesimpulan

Itulah panduan lengkap tentang daftar haji terpisah Indonesia. Para calon jamaah harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan, seperti usia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya, dan memiliki dokumen administrasi yang lengkap.

Tahapan pendaftaran meliputi pengisian formulir pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, verifikasi dokumen, pembayaran biaya pendaftaran, dan pengambilan kupon haji. Dengan mengetahui tahapan ini, diharapkan para calon jamaah bisa mendaftar daftar haji terpisah Indonesia secara lancar dan sukses.