Skip to content
Home » Dampak Salah Melakukan Rukun Haji: Kenali Berbagai Denda Di Mata Allah SWT

Dampak Salah Melakukan Rukun Haji: Kenali Berbagai Denda Di Mata Allah SWT

Apa saja denda dalam haji?

Haji dan Denda-Dendanya

Haji adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu. Haji adalah ibadah yang terdiri dari berbagai macam kegiatan, yang mencakup menyembelih binatang ternak, berpuasa, dan bersedekah. Setiap tahun, ribuan orang muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji. Selain itu, ada beberapa denda yang harus dibayar oleh orang yang mengabaikan atau lupa menunaikan ibadah haji. Berikut adalah beberapa denda yang harus dibayar oleh orang yang mengabaikan ibadah haji.

Menyembelih Binatang Ternak

Satu dari syarat untuk melaksanakan ibadah haji adalah melakukan penyembelihan binatang ternak. Binatang ternak yang biasanya disembelih adalah kambing, sapi, atau unta. Penyembelihan binatang ternak ini merupakan bagian penting dari ibadah haji. Penyembelihan binatang ternak ini harus dilakukan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji. Jika orang tersebut mengabaikan atau lupa melakukan penyembelihan binatang ternak, maka ia akan dikenakan denda. Denda yang harus dibayar oleh orang yang mengabaikan atau lupa menyembelih binatang ternak adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan sebuah kambing untuk disembelih. Kambing yang disembelih haruslah kambing yang sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh agama Islam. Kambing yang disembelih haruslah sehat dan berumur minimal 8 bulan.
  • Membayar uang denda. Orang yang lupa atau mengabaikan penyembelihan binatang ternak harus membayar uang denda sebesar 50 gram emas atau 500 gram perak.
  • Membayar uang tebusan. Orang yang lupa atau mengabaikan penyembelihan binatang ternak juga harus membayar uang tebusan sebesar 10 kambing.

Bersedekah dengan Makanan Pokok

Selain menyembelih binatang ternak, orang yang melaksanakan ibadah haji juga harus melakukan bersedekah dengan makanan pokok seperti beras, gandum, dan lain-lain. Bersedekah dengan makanan pokok ini merupakan bagian penting dari ibadah haji. Bersedekah dengan makanan pokok ini harus dilakukan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji. Jika orang tersebut mengabaikan atau lupa bersedekah dengan makanan pokok, maka ia akan dikenakan denda. Denda yang harus dibayar oleh orang yang mengabaikan atau lupa bersedekah dengan makanan pokok adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan makanan pokok. Makanan pokok yang disediakan haruslah makanan pokok yang sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh agama Islam. Makanan pokok yang disediakan haruslah berkualitas baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhan orang yang bersedekah.
  • Membayar uang denda. Orang yang lupa atau mengabaikan bersedekah dengan makanan pokok harus membayar uang denda sebesar 50 gram emas atau 500 gram perak.
  • Membayar uang tebusan. Orang yang lupa atau mengabaikan bersedekah dengan makanan pokok juga harus membayar uang tebusan sebesar 10 kambing.
BACA JUGA:   Bagaimana cara membuat haji?

Melaksanakan Puasa

Selain menyembelih binatang ternak dan bersedekah dengan makanan pokok, orang yang melaksanakan ibadah haji juga harus melaksanakan puasa. Puasa adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu. Puasa adalah ibadah yang harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Jika orang tersebut mengabaikan atau lupa melaksanakan puasa, maka ia akan dikenakan denda. Denda yang harus dibayar oleh orang yang mengabaikan atau lupa melaksanakan puasa adalah sebagai berikut:

  • Melaksanakan puasa selama satu bulan. Orang yang lupa atau mengabaikan melaksanakan puasa harus melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
  • Membayar uang denda. Orang yang lupa atau mengabaikan melaksanakan puasa harus membayar uang denda sebesar 50 gram emas atau 500 gram perak.
  • Membayar uang tebusan. Orang yang lupa atau mengabaikan melaksanakan puasa juga harus membayar uang tebusan sebesar 10 kambing.

Dari uraian di atas dapat kita lihat bahwa ada beberapa denda yang harus dibayar oleh orang yang mengabaikan atau lupa dalam melaksanakan ibadah haji. Oleh karena itu, setiap orang yang ingin melaksanakan ibadah haji harus mempersiapkan dirinya dengan baik dan benar. Dengan demikian, ibadah haji dapat dilakukan dengan benar sesuai dengan syariat yang ditetapkan oleh agama Islam.