Skip to content
Home » Hukum Keberangkatan Haji Dengan Uang Pinjaman: Apakah Diperbolehkan Dalam Pandangan Agama?

Hukum Keberangkatan Haji Dengan Uang Pinjaman: Apakah Diperbolehkan Dalam Pandangan Agama?

Bagaimana hukum orang yang berangkat haji dengan uang pinjaman?

Bagaimana Hukum Orang yang Berangkat Haji dengan Uang Pinjaman?

Umat Islam diperbolehkan berhutang demi berangkat haji atau umroh

Berangkat haji atau umroh adalah aktivitas yang banyak dipilih oleh umat Islam, baik sebagai ibadah maupun sebagai perjalanan spiritual. Berbagai persiapan pun dilakukan oleh mereka yang hendak menjalankan ibadah haji, mulai dari mengumpulkan uang hingga mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Namun, tidak semua umat Islam memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengumpulkan uang haji, dan beberapa di antaranya mengambil jalan pintas dengan berhutang untuk dapat berangkat haji.

Hukum berhutang untuk berangkat haji atau umroh

Berhutang untuk berangkat haji atau umroh adalah hal yang diperbolehkan dalam hukum Islam. Hal ini dapat diketahui dari kitab hadits Sahih Bukhari, di mana disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengizinkan berhutang untuk berangkat haji. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa hukum umat Islam yang berhutang demi berangkat haji atau umroh diperbolehkan.

Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peminjam jika ingin berhutang untuk berangkat haji. Pertama, hutang harus dapat dibayar kembali, baik secara bertahap ataupun dalam satu kali pembayaran. Kedua, hutang harus dibayar tanpa menggunakan riba. Riba atau bunga adalah jenis pembayaran yang dilarang dalam Islam, dan bertentangan dengan konsep keadilan yang dianutnya. Ketiga, hutang tidak boleh mengganggu hak lain.

Cara berhutang yang aman

Berhutang untuk berangkat haji atau umroh boleh dilakukan, namun penting untuk memastikan bahwa cara berhutang aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ada beberapa cara untuk memastikan bahwa hutang tersebut tidak berdampak negatif, antara lain:

BACA JUGA:   Jumlah yang Mendaftar Haji 2017: Semakin Banyak Jamaah yang Berangkat ke Tanah Suci

Memilih Pinjaman yang Terjangkau

Saat memilih pinjaman, pastikan bahwa jumlah yang dipinjam sesuai dengan kemampuan Anda untuk membayarnya. Pastikan juga bahwa jumlah pinjaman sesuai dengan kebutuhan Anda.

Memeriksa Syarat dan Ketentuan Pinjaman

Pastikan Anda membaca dan memahami syarat dan ketentuan pinjaman sebelum menandatangani kontrak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Anda mengetahui segala yang terkait dengan pinjaman, termasuk persyaratan, jangka waktu, dan biaya yang harus dibayar.

Memastikan Pinjaman Tidak Mengganggu Pembayaran Hutang Lain

Pastikan bahwa hutang yang akan Anda pinjam tidak akan mengganggu pembayaran hutang lain yang Anda miliki. Pembayaran dari pinjaman yang Anda lakukan tidak boleh mempengaruhi kemampuan Anda untuk membayar hutang lain.

Memastikan Pinjaman Bebas Bunga

Berhutang untuk berangkat haji atau umroh harus tanpa menggunakan riba. Oleh karena itu, pastikan bahwa pinjaman yang Anda lakukan tidak menggunakan bunga.

Kesimpulan

Berhutang untuk berangkat haji atau umroh adalah hal yang diperbolehkan dalam hukum Islam. Namun, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa cara berhutang aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memastikan cara berhutang yang aman adalah memilih pinjaman yang terjangkau, memeriksa syarat dan ketentuan pinjaman, memastikan pinjaman tidak mengganggu pembayaran hutang lain, serta memastikan pinjaman bebas bunga. Dengan mengikuti hal-hal tersebut, Anda dapat berhutang tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.