Skip to content
Home » Mengenal Penyebab Ibadah Haji Dinyatakan Haram: Apa Yang Harus Diketahui Umat Islam?

Mengenal Penyebab Ibadah Haji Dinyatakan Haram: Apa Yang Harus Diketahui Umat Islam?

Kapan ibadah haji hukumnya bisa menjadi haram?

Kapan Ibadah Haji Hukumnya Bisa Menjadi Haram?

Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang diwajibkan oleh agama Islam. Ibadah ini dimaksudkan untuk menjadi pengalaman spiritual yang luar biasa dan menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Ibadah haji dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memenuhi syarat untuk pergi ke Makkah untuk beribadah. Namun, ada kalanya haji bisa menjadi haram.

Hukum Melaksanakan Ibadah Haji: Haram
Hukum haram ini berlaku jika haji dilaksanakan dengan maksud yang tidak baik. Contohnya, pergi melaksanakan ibadah haji dengan tujuan untuk merampok dan menjarah harta benda jamaah haji lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Dan janganlah kamu merampas harta benda jamaah haji lainnya.” (QS. Al-Ma’ida: 2).

Selain itu, ada juga hukum haram yang berlaku jika ibadah haji dilaksanakan dengan tujuan untuk berbuat dosa. Contohnya, melaksanakan ibadah haji untuk bersilaturahmi dengan orang-orang yang berbuat jahat. Hal ini juga berdasarkan firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan janganlah kamu (jamaah haji) menyertai orang-orang yang berbuat jahat.” (QS. Al-Ma’ida: 2).

Hukum Melaksanakan Ibadah Haji: Wajib
Selain hukum haram yang berlaku jika ibadah haji dilaksanakan dengan tujuan yang tidak baik, ada juga hukum wajib yang harus dipenuhi jika haji dilaksanakan dengan tujuan yang baik. Contohnya, melaksanakan ibadah haji dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalin silaturahmi dengan jamaah haji lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Dan (ingatlah bahwa) ibadah haji itu adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada manusia, agar mereka mendatangi Baitullah untuk menyebut nama Allah di sana.” (QS. Al-Imran: 97).

BACA JUGA:   Arti Haji Mabrur dan Ciri Cirinya

Tanda-tanda Jalannya Ibadah Haji yang Baik
Berikut adalah beberapa tanda-tanda jalannya ibadah haji yang baik:

  • Jamaah haji harus menjaga kesucian hati dan jiwa. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan janganlah kamu (jamaah haji) berbuat kerusakan di bumi setelah keadilan telah ditegakkan.” (QS. Al-Qasas: 77).
  • Jamaah harus menjaga kesucian rambut dan pakaian. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan janganlah kamu (jamaah haji) memakai pakaian yang kotor dan berbau busuk.” (QS. Al-A’raf: 31).
  • Jamaah harus menjaga kesuciannya dari segala kemaksiatan. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan janganlah kamu (jamaah haji) berbuat kemaksiatan di Baitullah.” (QS. Al-Baqarah: 197).
  • Jamaah harus menjaga kehormatan dan kesopanan. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan janganlah kamu (jamaah haji) bersikap kasar dan tidak sopan.” (QS. Al-Baqarah: 200).

Penutup
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ibadah haji hukumnya bisa menjadi haram jika dilaksanakan dengan maksud yang tidak baik. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan janganlah kamu (jamaah haji) berbuat kerusakan di bumi setelah keadilan telah ditegakkan.” (QS. Al-Qasas: 77). Selain itu, ibadah haji juga bisa menjadi wajib jika dilaksanakan dengan tujuan yang baik. Beberapa tanda-tanda jalannya ibadah haji yang baik adalah menjaga kesucian hati dan jiwa, menjaga kesucian rambut dan pakaian, menjaga kesucian diri dari segala kemaksiatan, dan menjaga kehormatan dan kesopanan. Oleh karena itu, jamaah haji harus menerapkan ketentuan-ketentuan tersebut dengan sebaik-baiknya agar ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT.