Skip to content
Home » Menjelaskan Kontroversi Permasalahan Umroh Pakai Celana: Boleh Atau Tidak?

Menjelaskan Kontroversi Permasalahan Umroh Pakai Celana: Boleh Atau Tidak?

Bolehkah umroh pakai celana?

Bolehkah Umroh Pakai Celana?

Ketika melakukan ibadah umroh, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh para jamaah. Salah satu aturan yang paling penting adalah mengenai pakaian. Apakah boleh memakai celana saat melakukan ibadah umroh?

Apakah Boleh Memakai Celana Saat Umroh?

Ketika berbicara tentang perjalanan ibadah umroh, banyak orang yang bertanya-tanya apakah boleh memakai celana saat melakukan ibadah umroh. Sebagian ulama’ berpendapat memperbolehkan memakainya meskipun dalam kondisi tidak dhorurot atau tidak ada keperluan. Mereka mengatakan bahwa nash (hukum) tidak ada larangan dari apa yang dilarang bagi muhrim. Namun, jumhur (mayoritas) ulama melarang untuk memakainya. Bahwa ia dianalogikan (diqiyaskan) dengan celana.

Larangan Celana saat Umroh

Menurut jumhur ulama, mengenakan celana adalah termasuk dalam pakaian yang tidak boleh dikenakan saat melakukan ibadah umroh. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW melarang orang-orang yang melakukan umroh untuk memakai celana.

Alasan Larangan Celana

Larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh didasarkan pada beberapa alasan. Salah satu alasan utama adalah bahwa celana dapat menutupi sebagian dari kaki atau bagian tubuh lainnya yang harus ditampilkan sebagai bagian dari ibadah umroh. Selain itu, celana juga dapat menyebabkan terjadinya kesulitan dalam melakukan tawaf di sekitar Ka’bah.

Istilah Lain yang Tidak Boleh dipakai

Selain celana, ada beberapa istilah lain yang tidak boleh dipakai saat melakukan ibadah umroh. Beberapa istilah ini termasuk baju renang, pakaian renang, celana pendek, celana renang, celana jeans, celana panjang, dan berbagai jenis pakaian yang dapat menutupi sebagian dari tubuh.

BACA JUGA:   Daftar Obat yang Diijinkan Dibawa Umroh

Pembatasan Lain yang Harus Diikuti

Selain larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh, ada beberapa pembatasan lain yang harus diikuti oleh para jamaah. Beberapa pembatasan ini termasuk larangan memakai kosmetik, parfum, barang-barang yang terbuat dari hewan seperti kulit atau bulu, serta larangan minum minuman keras.

Bagaimana Jika Tanpa Celana

Selain larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh, ada juga larangan untuk memakai pakaian yang tidak menutupi sebagian dari tubuh. Oleh karena itu, jika seorang jamaah tidak dapat membawa celana, mereka harus mengenakan pakaian yang dapat menutupi sebagian tubuh mereka.

Kapan Boleh Memakai Celana

Meskipun tidak diperbolehkan memakai celana saat melakukan ibadah umroh, ada beberapa momen dimana seorang jamaah dapat memakai celana. Salah satunya adalah saat melakukan perjalanan dari tanah suci ke tempat lain. Selain itu, celana juga boleh dipakai saat melakukan ibadah di tempat lain.

Bagaimana Cara Memilih Celana

Ketika memilih celana untuk dipergunakan saat melakukan ibadah umroh, seorang jamaah harus memilih celana yang sesuai dengan aturan agama dan juga yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Celana yang dipilih harus menutupi sebagian dari tubuh dan juga tidak mengganggu ibadah. Pilihan terbaik adalah celana yang tidak terlalu ketat dan juga tidak terlalu longgar.

Apakah Boleh Membeli Celana di Tanah Suci?

Ketika melakukan ibadah umroh, ada beberapa hal yang dapat dibeli di tanah suci. Salah satunya adalah celana. Namun, sebelum membeli celana, seorang jamaah harus mengetahui bahwa ia harus membeli celana yang sesuai dengan aturan agama. Celana yang dipilih harus menutupi sebagian dari tubuh dan juga tidak mengganggu ibadah.

Kesimpulan

Menurut jumhur ulama, memakai celana saat melakukan ibadah umroh adalah dilarang. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas tentang larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh. Namun, ada beberapa momen dimana seorang jamaah dapat memakai celana seperti saat melakukan perjalanan dari tanah suci ke tempat lain. Selain itu, seorang jamaah juga dapat membeli celana di tanah suci asalkan ia membeli celana yang sesuai dengan aturan agama.

BACA JUGA:   Waktu Boleh Berhubungan Saat Ibadah Umroh

FAQs

Q1: Apakah boleh memakai celana saat melakukan ibadah umroh?
A1: Menurut jumhur ulama, memakai celana saat melakukan ibadah umroh adalah dilarang.

Q2: Apakah larangan celana saat umroh didasarkan pada hadits?
A2: Ya, larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas yang melarang para jamaah untuk memakai celana.

Q3: Apakah beberapa istilah lain yang tidak boleh dipakai saat melakukan ibadah umroh?
A3: Beberapa istilah lain yang tidak boleh dipakai saat melakukan ibadah umroh termasuk baju renang, pakaian renang, celana pendek, celana renang, celana jeans, celana panjang, serta berbagai jenis pakaian yang dapat menutupi sebagian dari tubuh.

Q4: Apa yang harus diikuti oleh para jamaah selain larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh?
A4: Selain larangan memakai celana saat melakukan ibadah umroh, para jamaah juga harus mematuhi beberapa pembatasan lain seperti larangan memakai kosmetik, parfum, barang-barang yang terbuat dari hewan seperti kulit atau bulu, serta larangan minum minuman keras.