Skip to content
Home » Pengertian Sa’i dalam Ibadah Haji

Pengertian Sa’i dalam Ibadah Haji

Pengertian Sa’i dalam Ibadah Haji

Haji adalah ibadah yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang mampu. Selama proses haji, terdapat beberapa rukun haji yang harus dilakukan, termasuk di antaranya adalah sunnah Haji yaitu melaksanakan Sa’i. Bagi yang belum mengetahui, apakah Sa’i itu? Sa’i adalah salah satu rukun haji yang harus dilakukan oleh jemaah saat berada di Mekkah.

Sa’i dalam ibadah Haji

Sa’i adalah rukun haji yang harus dilaksanakan setelah wukuf di Arafah dan sebelum mabit di Muzdalifah. Sa’i artinya berusaha atau berlari-lari kecil. Sa’i dilakukan dalam rangka mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail ketika mereka berdua berada di padang pasir yang kering gersang.

Dalam melaksanakan Sa’i, jemaah harus berlari kecil di antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Dimulai dari Bukit Shafa, kemudian menuju Bukit Marwah, lalu kembali ke Bukit Shafa, dan seterusnya hingga dilakukan sebanyak tujuh kali. Setelah itu, jemaah diperbolehkan untuk meng tinggalkan Mekkah atau melanjutkan ke proses ibadah haji selanjutnya.

Makna Sa’i dalam ibadah Haji

Meski jika dilihat dari luar, melaksanakan Sa’i hanya berlari-lari kecil di antara dua bukit, namun makna dari Sa’i mempunyai nilai yang mendalam. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa melaksanakan Sa’i mempunyai tujuan mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang mengajarkan rasa ikhlas dan sabar dalam menghadapi ujian.

Melalui Sa’i, jemaah diajarkan akan kebesaran Allah SWT dan bahwa hidup ini memang penuh dengan rintangan yang harus dihadapi. Dengan berlari-lari kecil di antara bukit yang kering dan gersang, jemaah diingatkan akan ketekunan dan rasa sabar dalam beribadah. Melalui Sa’i, jemaah juga diajarkan untuk selalu bersabar dan tidak mudah putus asa dalam menjalani kehidupan.

BACA JUGA:   Daftar Haji 2020: Berangkat Tahun Berapa?

Tips Melaksanakan Sa’i dengan Lancar

Untuk melaksanakan Sa’i dengan lancar, jemaah harus memperhatikan beberapa hal. Yang pertama jemaah harus memastikan bahwa fisiknya cukup sehat dan bugar, karena melaksanakan Sa’i memerlukan tenaga dan kekuatan yang ada pada tubuh.

Yang kedua jemaah harus memastikan bahwa mereka sudah mengetahui tata cara melaksanakan Sa’i dengan benar. Jemaah harus mengetahui dimana tempat Bukit Shafa dan Marwah berada, dan cara berlari-lari dari satu bukit menuju bukit yang lainnya.

Yang ketiga jemaah juga harus memperhatikan pakaian yang dikenakan. Pakaian yang dikenakan pun harus sesuai dengan syariat Islam dan dalam keadaan yang bersih. Hal ini akan membuat ibadah Sa’i menjadi lebih khusyuk dan lancar.

Kesimpulan

Dengan demikian, Sa’i merupakan salah satu rukun haji yang sama pentingnya dengan rukun haji lainnya. Meski hanya berupa berlari-lari kecil di antara dua bukit, Sa’i mempunyai makna yang sangat mendalam. Melaksanakan Sa’i dapat mengajarkan kita akan rasa ikhlas, sabar dan ketekunan dalam beribadah serta menghadapi rintangan hidup. Jadi pastikan kalian melaksanakan Sa’i dengan benar dan khusyuk ya, selamat beribadah!