Skip to content
Home » Tata Urutan Pelaksanaan Ibadah Haji

Tata Urutan Pelaksanaan Ibadah Haji

Haji merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang mampu secara finansial dan jasmani. Pelaksanaan ibadah haji dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir dalam kalender Islam. Bagi umat Islam, ibadah haji adalah ajang yang sangat sakral dan penuh keberkahan. Namun, bagi sebagian orang yang baru pertama kali melakukan haji, mungkin masih merasa bingung dengan tata urutan pelaksanaannya. Maka, dalam artikel ini akan dijelaskan secara rinci tata urutan pelaksanaan ibadah haji.

Ihram

Ihram adalah awal dari pelaksanaan ibadah haji. Ihram dilakukan pada miqat, yaitu tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang dan biasanya terletak di luar Makkah. Pada saat melakukan ihram, seorang jamaah haji harus memakai pakaian ihram yang terdiri dari dua helai kain putih yang tidak dijahit. Pakaian ini dikenakan selama kurang lebih 8 hari yang berarti selama masa pelaksanaan ibadah haji.

Tawaf

Setelah melakukan ihram, jamaah haji melakukan tawaf yang berjumlah 7 kali putaran mengelilingi Ka’bah dengan arah searah jarum jam. Tawaf bisa juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti tawaf qudum atau tawaf wada. Tawaf qudum dilakukan saat pertama kali tiba di Makkah, sedangkan tawaf wada dilakukan sebelum meninggalkan kota suci Makkah.

Sa’i

Setelah melakukan tawaf, jamaah haji melakukan sa’i yakni berlari-lari kecil tujuh kali dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya. Sa’i menggambarkan kisah saat Hajar mencari air untuk mendirikan kemahnya bersama puteranya, Ismail.

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf di Arafah sama halnya dengan memperbanyak ibadah dan doa karena di Arafah merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, memohon ampunan dan memperbanyak ibadah.

BACA JUGA:   Persyaratan Ibadah Haji Indonesia

Mabit di Muzdalifah

Mabit di Muzdalifah dilakukan pada malam harinya setelah wukuf di Arafah. Jamaah haji berkumpul di Muzdalifah untuk menginap dan melaksanakan salat maghrib dan isya secara berjamaah. Selain itu, jamaah haji juga mengambil batu untuk melontarkan pada jumrah saat pelaksanaan hari raya Idul Adha.

Jumrah

Pelaksanaan jumrah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Jamaah haji melempar batu ke jumrah aqabah, jumrah wustha dan jumrah ula secara bergantian dengan ketentuan mencari tempat yang tidak membahayakan pengunjung lain dan mengecek ada atau tidaknya pengunjung lain sekitar tempat lemparan.

Tahallul/Qurban

Setelah melaksanakan jumrah, jamaah haji melakukan tahallul yaitu mencukur atau memotong sebagian atau seluruh rambut kepala dan mengganti pakaian ihram. Bagi yang melaksanakan qurban, melakukan penyembelihan hewan qurban juga pada saat tahallul.

Tawaf Ifadah

Setelah melaksanakan tahallul, Jamaah haji kembali ke Masjid al Haram untuk melakukan tawaf ifadah atau tawaf ziarah dengan jumlah 7 putaran mengelilingi ka’bah.

Sai Ifadah

Sai Ifadah dilakukan pada hari yang sama setelah melakukan tawaf ifadah. Pelaksanaannya sama dengan sa’i yang dilakukan setelah tawaf pertama.

Tawaf Wada

Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan kota suci Makkah. Tawaf wada merupakan tawaf yang dilakukan terakhir kali dalam pelaksanaan ibadah haji dan menandakan berakhirnya ibadah haji.

Kesimpulan

Itulah tata urutan pelaksanaan ibadah haji yang harus dipenuhi oleh jamaah haji mulai dari melakukan ihram hingga tawaf wada. Untuk bisa memperoleh ibadah haji yang benar dan sempurna, jamaah haji diwajibkan untuk mengikuti tata cara yang telah ditentukan. Semoga artikel ini dapat membantu menjelaskan tata urutan pelaksanaan ibadah haji dengan lebih rinci.