Skip to content
Home » Wajib haji ada 7 apa saja?

Wajib haji ada 7 apa saja?

Wajib haji ada 7 apa saja?

Wajib Haji: 7 Tindakan yang Harus Dilakukan

Haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim. Berangkat Haji adalah salah satu hak Allah SWT yang wajib dipenuhi bagi umat Islam. Dalam melaksanakan ibadah haji ini terdapat 7 tindakan yang harus dilakukan. Berikut adalah penjelasannya.

Berihram dari Miqat yang Telah Ditentukan

Sebelum melakukan ibadah haji, seseorang harus berihram dari miqat yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Miqat yang dimaksud adalah sebuah tempat yang telah ditentukan di mana orang yang hendak berhaji harus memasuki ibadah haji. Miqat yang telah ditentukan adalah Juhfa, Yalamlam, Qarnu Al-Manazil, dan Zul Hulaifa.

Mabit di Muzdalifah

Setelah berihram, umat Islam harus mabit di Muzdalifah. Muzdalifah adalah salah satu daerah yang berada antara Arafah dan Mina. Di Muzdalifah, umat Islam akan bermalam dan mengerjakan ibadah haji. Umat Islam harus bermalam di Muzdalifah selama 1 hingga 3 malam.

Melontar Jumrah ‘Aqabah pada Hari Raya Haji

Pada hari raya haji, umat Islam harus melontar Jumrah ‘Aqabah. Jumrah ‘Aqabah adalah salah satu jenis jumrah yang harus dilontarkan oleh umat Islam. Jumrah ini dilontarkan pada hari raya haji oleh umat Islam untuk menyempurnakan ibadah haji.

Mabit di Mina

Setelah melontar jumrah ‘Aqabah, umat Islam harus mabit di Mina. Mina adalah salah satu daerah yang berada di antara Arafah dan Muzdalifah. Di Mina, umat Islam harus bermalam selama 3 hari. Pada hari ketiga, umat Islam harus melempar tiga jumrah, yaitu jumrah ‘Ula, jumrah Wusta, dan jumrah ‘Aqabah.

BACA JUGA:   Haji Mabrur Mabruroh: Sebuah Perjalanan Ibadah Yang Penuh Berkah

Meninggalkan Larangan-Larangan Haji

Setelah melewati proses-proses ibadah haji di atas, umat Islam harus meninggalkan larangan-larangan yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Larangan-larangan ini adalah larangan bagi umat Islam untuk mencukur rambut, menggunting kuku, dan memakai wewangian. Larangan-larangan ini telah ditentukan oleh Allah SWT untuk memastikan bahwa ibadah haji yang dilakukan oleh umat Islam adalah ibadah yang benar dan sempurna.

Kepulangan dari Haji

Setelah menyelesaikan semua proses ibadah haji, umat Islam harus kembali ke rumah dengan membawa bekal kebaikan yang telah didapatkan. Bekal ini berupa pengalaman, pengetahuan, dan kebaikan yang telah didapatkan selama melakukan ibadah haji.

Kesimpulan

Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat Muslim. Dalam melaksanakan ibadah haji ini, terdapat 7 tindakan yang harus dilakukan, yaitu berihram dari miqat yang telah ditentukan, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah ‘Aqabah pada hari raya haji, mabit di Mina, melempar tiga jumrah, yaitu jumrah ‘Ula, jumrah Wusta, dan jumrah ‘Aqabah, meninggalkan larangan-larangan haji, dan kepulangan dari haji dengan membawa bekal kebaikan yang telah didapatkan.

Faq

Q. Apa yang dimaksud dengan Mabit?
A. Mabit adalah salah satu proses ibadah haji yang mengharuskan umat Islam untuk bermalam di suatu tempat.

Q. Di mana seharusnya umat Islam bermalam saat melaksanakan ibadah haji?
A. Umat Islam harus bermalam di Muzdalifah dan Mina saat melaksanakan ibadah haji.

Q. Apa yang dimaksud dengan Jumrah ‘Aqabah?
A. Jumrah ‘Aqabah adalah salah satu jenis jumrah yang harus dilontarkan oleh umat Islam pada hari raya haji untuk menyempurnakan ibadah haji.

Q. Apa yang harus dilakukan oleh umat Islam setelah menyelesaikan ibadah haji?
A. Setelah menyelesaikan ibadah haji, umat Islam harus kembali ke rumah dengan membawa bekal kebaikan yang telah didapatkan.

BACA JUGA:   Contoh Format Daftar Nama-Nama Haji

Q. Apa yang dimaksud dengan larangan-larangan haji?
A. Larangan-larangan haji adalah larangan bagi umat Islam untuk mencukur rambut, menggunting kuku, dan memakai wewangian.