Skip to content
Home » Pentingnya Uang Saku 1.500 Riyal bagi Jemaah Haji: Apa Saja yang Bisa Dilakukan dengan Uang Tersebut?

Pentingnya Uang Saku 1.500 Riyal bagi Jemaah Haji: Apa Saja yang Bisa Dilakukan dengan Uang Tersebut?

Pentingnya Uang Saku 1.500 Riyal bagi Jemaah Haji: Apa Saja yang Bisa Dilakukan dengan Uang Tersebut?

Haji Bawa Uang Berapa?

Setiap tahun, jutaan jemaah dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Meskipun bukan perjalanan yang mudah, namun kebahagiaan dan kedamaian hati yang didapat jemaah haji tidak ternilai. Meski begitu, keberangkatan ke Tanah Suci membutuhkan persiapan yang matang, di antaranya adalah menyiapkan kebutuhan finansial.

Jemaah haji yang berangkat dari Indonesia diberi uang saku sebesar 1.500 riyal atau setara dengan Rp 6 juta (kurs Rp 3.994). Uang ini diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk membantu jemaah dalam memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah haji. Pertanyaannya, untuk apa saja uang ini?

Kebutuhan Jemaah Haji

Ketika berada di Tanah Suci, jemaah haji memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Uang saku tersebut dapat digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari, seperti makanan, minuman, dan sandal jepit yang nyaman digunakan saat berjalan kaki. Selain itu, uang saku ini juga dapat digunakan untuk biaya transportasi dari Madinah ke Mekah, serta ke tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Namun, uang saku tersebut tentu tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan jemaah haji. Oleh karena itu, para jemaah sebaiknya juga menyiapkan uang tambahan untuk mencegah kekurangan dalam memenuhi kebutuhan.

Bagaimana Menghemat Uang Selama Haji?

Meskipun sudah disediakan uang saku oleh pemerintah, jemaah haji tetap perlu menghemat uang selama berada di Tanah Suci. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membeli makanan dan minuman di tempat yang memiliki harga yang terjangkau. Selain itu, jemaah juga dapat memilih untuk menggunakan fasilitas transportasi umum yang lebih murah dibandingkan dengan taksi.

BACA JUGA:   DOA ORANG YANG MAU HAJI

Selain itu, jemaah juga sebaiknya membandingkan harga ketika ingin membeli oleh-oleh atau suvenir untuk dibawa pulang ke tanah air. Harga di suvenir shop cenderung lebih mahal dibandingkan dengan harga di toko-toko biasa.

Perlunya Persiapan Finansial Sebelum Berangkat

Menjalankan ibadah haji memang membutuhkan biaya yang besar, namun jangan sampai hal tersebut membuat kita mengabaikan persiapan finansial yang matang. Sebelum berangkat, ada baiknya para jemaah menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci, termasuk biaya-biaya yang tidak dapat ditanggung oleh uang saku yang diberikan oleh pemerintah.

Jangan lupa untuk menyiapkan biaya untuk keperluan domestik setelah kepulangan dari Tanah Suci, seperti biaya transportasi dari tempat embarkasi menuju rumah. Jika memungkinkan, sebaiknya jemaah juga menabung untuk keperluan haji selanjutnya, untuk menghindari kerepotan dalam mempersiapkan dana.

Penutup

Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang sangat mulia bagi umat Islam. Namun, keberangkatannya membutuhkan persiapan yang matang, termasuk persiapan finansial. Meskipun pemerintah memberikan uang saku, namun jemaah juga perlu menyiapkan dana tambahan dan mengatur keuangan dengan bijak selama berada di Tanah Suci. Dengan persiapan yang matang, diharapkan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar dan penuh berkah.